Diskusi Rumpun Mapel Menandai Pertemuan ke-4 Komunitas Belajar Guru Stesa

oleh smatemon
0 Komentar

Jumat, 2 Desember 2022, berlangsung pertemuan ke-4 Komunitas Belajar Guru Stesa. Ada suasana yang berbeda pada pertumuan Komunitas kali ini yakni adanya diskusi dalam kelompok rumpun mata  pelajaran, setelah pada 3 pertemuan sebelumnya berupa pemberian materi dari narasumber dan diskusi klasikal. Pertemuan kali ini merupakan kelanjutan dari pertemuan ke-3 yakni pembuatan/modifikasi alat peraga/pelajaran/praktikum.

Setelah pemaparan materi, identifikasi materi, serta potensi dan aset pada pertemuan ke 3, pertemuan ke-4 ini berupa diskusi dalam kelompok rumpun mapel dengan agenda setiap guru mempresentasikan ide/draft desain alat peraga/pelajaran/praktikum dan rancangan penggunaannya guna mendapatkan umpan balik dari guru dari rumpun mapel yang  sama yang memang lebih memahami karakteristik dari mata pelajaran.

Dalam diskusi rumpun mapel tersebut, terlihat beberapa guru mempresentasikan rancangan desain alat peraga/pelajaran/praktikum mereka. Dari rumpun mapel sosial  dan umum Ibu Ganjar Tri Siwi, S.Pd. dari mapel Sejarah memaparkan desain alat peraga pada materi masa pembentukan bumi; Ibu Ika Heri Suryanti yang akan membuat alat peraga Penyakit Menular Seksual untuk mata pelajaran Penjas kelas XII; Bapak Teofilius, S.Pd. dari mapel Seni yang akan membuat alat peraga untuk alat musik keyboard; Ibu Tri Wahyuni, S.PAK yang membuat alat pelajaran Task Card untuk berbagai kegiatan di mapel Pendidikan Agama Kristen; Bapak Hertanto P.Y, S.Pd. dari mapel Bahasa Indonesia yang berencana membuat alat pelajaran untuk materi  penulisan cerita pendek, dan Bapak Nazaruddin, S.Pd. yang akan membuat alat peraga Cone untuk mapel Penjaskes.

Sedangkan dari rumpun MIPA, Ibu Emy Fajarini, S.Pd. Guru mapel Biologi kelas XI,  akan membuat alat peraga untuk materi kelas XI tentang Struktur Sel khususnya kloroplas dengan menggunakan bahan-bahan bekas; Ibu Rifah Laili Utami, S.Pd. memaparkan desain alat pelajaran Mutasi Kromosom; dan Ibu Arif Nur Fitriyan serta Ibu Sajiyatun, S.Pd. yang akan membuat alat peraga untuk materi elektrolit dan beberapa guru lainnya.

Pemaparan tersebut dilanjutkan dengan umpan balik untuk memberikan saran dan masukan terkait desain dan penggunaan alat peraga/pelajaran/praktikum. Pertemuan akan dilanjutkan pada minggu berikutnya berupa presentasi alat di Komunitas. Diharapkan dengan adanya tahap-tahap pertemuan komunitas ini, setiap guru yang menjadi anggota Komunitas akan mempunyai minimal 1 alat peraga/pelajaran/praktikum untuk membantu murid memahami konsep materi, dan membuat pelajaran lebih menarik, efektif dan efisien.

You may also like

Tinggalkan komentar