1 Guru 1 Alat bersama Komunitas Belajar Guru Stesa

oleh smatemon
0 Komentar

Bersamaan dengan Hari Guru tahun 2022, 25 November 2022, guru-guru SMAN 1 Temon mengadakan kegiatan untuk mengembangkan inovasi guru dalam bentuk pertemuan Komunitas Belajar Guru Stesa. Pertemuan ini merupakan pertemuan ke-3 dari seri Komunitas Belajar tersebut. Pada pertemuan ketiga ini, materi yang diangkat adalah Pembuatan/Modifikasi Alat Peraga/Alat Pelajaran/Alat Praktikum setelah pertemuan sebelumnya materi yang diangkat adalah Modul/Diktat Pelajaran dan Model Pembelajaran.


Alat peraga menjadi pilihan dari para guru dalam need analysis kebutuhan Komunitas Belajar Guru Stesa karena para guru memandang perlunya alat untuk menjembatani konsep dan teori abstrak dari materi pelajaran agar peserta didik menjadi bisa lebih memahami konsep dan teori tersebut. Hampir senada dengan alat peraga, alat pelajaran bertujuan membantu kelancaran pembelajaran sehingga pembelajaran bisa berlangsung lebih cepat, mudah dan efektif. Sedangkan alat praktikum sangat berguna untuk mata pelajaran yang membutuhkan proses praktik bagi peserta didik khususnya mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi dan sejenisnya.


Selain untuk kepentingan pembelajaran, materi tentang alat peraga ini diharapkan akan menjadi salah satu jalan bagi guru untuk melaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang menjadi syarat untuk Penilaian Angka Kredit (PAK) guru. Kemampuan membuat alat peraga/alat pelajaran/alat praktikum secara mandiri juga sangat diperlukan mengingat terbatasnya alat peraga/pelajaran/praktikum yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


Heny Prihastiwi, S.IP selaku pemateri pada kegiatan ini menyatakan bahwa pertemuan Komunitas Belajar Guru Stesa dengan materi alat peraga/pelajaran/praktikum ini mempunyai target setiap peserta dapat membuat/memodifikasi minimal 1 alat peraga, dan dapat menilaikannya dalam periode penilaian PAK tahun depan. Oleh karena itu, pertemuan akan berlangsung 3 (tiga) kali. Pertemuan pertama berupa teori, pertemuan kedua berupa diskusi desain alat peraga dan rencana penggunaannya dalam rumpun mapel, dan pertemuan berikutnya berupa presentasi alat peraga oleh setiap peserta.


Ibu Dra. Susiyanti, salah satu guru senior yang juga menjadi peserta kegiatan tersebut mengemukakan, bahwa meskipun beliau sebentar lagi memasuki masa pensiun, beliau sangat senang ada kegiatan tersebut, karena bisa menjadi lebih bersemangat lagi untuk berkreasi dan berinovasi meskipun beliau tidak menilaikan PAK lagi. Dalam kesempatan tersebut Ibu Susiyanti juga membagikan pengalaman dan tips-tipsnya untuk membuat alat peraga/pelajaran/praktikum dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita.


Pertemuan tersebut juga disertai dengan pemetaan potensi diri oleh masing-masing peserta dan pemanfaatannya untuk pembuatan alat peraga/pelajaran/praktikum sebagai wujud program berpihak pada murid dengan berbasis aset/potensi diri. Dengan prakarsa perubahanberbasis aset tersebut diharapkan semua guru akan menjadi lebih bersemangat dan percaya diri untuk membuat alat peraga/pelajaran/praktikum.

You may also like

Tinggalkan komentar