Pendahuluan
Setiap tanggal 15 Oktober, masyarakat Kabupaten Kulon Progo memperingati Hari Jadi Kulon Progo. Pada tahun 2026, peringatan ini memasuki usia ke-75. Bagi murid SMA Negeri 1 Temon, mengenal sejarah dan semboyan daerah sendiri adalah bagian dari menumbuhkan rasa memiliki dan bangga sebagai generasi Kulon Progo.
Hari Jadi Kulon Progo: 15 Oktober 1951
Kulon Progo memperingati Hari Jadi setiap 15 Oktober, mengenang penggabungan Kabupaten Kulon Progo (wilayah Kasultanan Ngayogyakarta) dan Kabupaten Adikarto (wilayah Pakualaman) menjadi satu kabupaten melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1951, yang diundangkan pada 15 Oktober 1951. Pada tahun 2026, peringatan ke-75 mengusung tema “Satu Jiwa, Satu Rasa, dari Kulon Progo untuk Indonesia”.
Binangun: Semboyan Kulon Progo
Binangun adalah semboyan Kabupaten Kulon Progo sekaligus singkatan dari delapan nilai. Secara kebahasaan, kata ini berakar pada kata bangun atau membangun dalam bahasa Jawa, dan mencerminkan tekad masyarakat dan pemerintah daerah untuk membangun Kulon Progo yang maju, makmur, dan sejahtera. Daerah ini juga dikenal dengan sebutan Bumi Binangun.
Binangun adalah singkatan dari delapan nilai berikut:
|
Huruf |
Nilai |
Makna |
|
B |
Beriman |
Beriman dan bertakwa sebagai landasan hidup masyarakat Kulon Progo |
|
I |
Indah |
Tata hubungan yang harmonis, serasi, dan berkesinambungan |
|
N |
Nuhoni |
Menaati aturan agama, aturan masyarakat, dan aturan kehidupan alam |
|
A |
Aman |
Rasa aman lahir dan batin |
|
N |
Nalar |
Menghadapi tantangan dengan menggunakan nalar |
|
G |
Guyub |
Menjaga persatuan, gotong royong, dan kerukunan |
|
U |
Ulet |
Menghadapi hambatan dengan tekad kuat dan ketekunan |
|
N |
Nyaman |
Suasana kehidupan yang nyaman dan tenteram |
Semangat Binangun tampak pada lambang dan identitas daerah:
- Logo berbentuk gunungan berwarna hijau dan kuning, yang menjadi identitas visual Kulon Progo.
- Kelopak daun dan wadah yang melambangkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar dan tujuan pembangunan.
- Bunga kuning berhelai delapan yang melambangkan semangat tinggi, tekad kuat, keuletan, dan penggunaan nalar dalam menghadapi tantangan.
- Batik Binangun Kertaraharja, motif batik yang ditetapkan sebagai batik khas Kulon Progo dan menggambarkan semangat membangun kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.
Binangun juga mengandung ajakan bagi seluruh warga untuk menjaga persatuan, meningkatkan gotong royong, guyub, dan rukun dalam membangun daerah.
Binangun dalam Kehidupan Murid
Nilai Binangun sejalan dengan Pendidikan Khas Kejogjaan yang kami laksanakan di SMAN 1 Temon. Murid dapat mewujudkan semangat “membangun” melalui:
|
Wujud Binangun |
Contoh dalam keseharian |
|
Membangun diri |
Rajin belajar, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab |
|
Membangun kebersamaan |
Gotong royong, kerja sama, dan saling menghormati (Ngajeni) |
|
Membangun daerah |
Mengenal dan melestarikan budaya, produk, dan potensi Kulon Progo |
|
Membangun prestasi |
Berkarya dan berprestasi untuk membanggakan sekolah dan daerah |
Kegiatan di SMAN 1 Temon
Untuk menumbuhkan pemahaman tentang Hari Jadi dan Binangun, SMAN 1 Temon mengadakan kegiatan berikut:
- Pengenalan Binangun dalam kegiatan sekolah, pembelajaran dan kegiatan literasi lainnya.
- Kegiatan kokurikuler dan pembelajaran bertema budaya dan potensi lokal Kulon Progo
- Partisipasi murid dalam kegiatan peringatan Hari Jadi tingkat kabupaten
Penutup
Hari Jadi dan semboyan Binangun mengingatkan bahwa Kulon Progo dibangun atas dasar kebersamaan. Sebagai generasi penerus, murid SMAN 1 Temon diharapkan ikut membangun daerah dengan ilmu, karakter, dan cinta budaya.

