Temon, 3 September 2026 — Suasana di lapangan utama SMA N 1 Temon tampak berbeda dari biasanya.
Lapangan yang biasanya dipenuhi riuh aktivitas olahraga modern, mendadak berubah menjadi arena penuh sorak-sorai, gelak tawa, dan semangat kebersamaan. Seluruh siswa kelas X antusias mengikuti rangkaian Kegiatan Kokurikuler Umum bertema “Olahraga Tradisional” dengan fokus utama permainan Gobak Sodor.
Gobak Sodor merupakan permainan tradisional Indonesia yang dimainkan secara beregu di lapangan berbentuk segi empat. Tujuannya adalah menghalangi tim lawan melewati garis batas secara bolak-balik tanpa tersentuh oleh penjaga. Olahraga tradisional Gobak Sodor dalam kegiatan kokurikuler ini bersifat kompetitif sehingga terdapat beberapa babak yang ditandingkan antarkelas hingga penentuan pemenang.
Rangkaian kegiatan kokurikuler umum kelas X dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026 hingga Jumat, 4 September 2026. Masing-masing kelas mengirimkan perwakilan yang terbagi dalam beberapa tim yaitu tim pemain, tim pemandu sorak (cheerleader), tim penyelenggara, dan tim pendukung (supporter). Setiap tim memiliki tugas yang berbeda dengan didampingi guru koordinator kokurikuler masing-masing.
Keberhasilan acara puncak tak lepas dari persiapan matang yang dilakukan para siswa selama tiga hari pertama. Persiapan pelaksanaan pertandingan Gobak Sodor dimulai pada Senin (31/08) hingga Rabu (02/09) yang meliputi pembentukan kelompok, merancang skema pertandingan Gobak Sodor, membuat properti, dan gladi bersih. Puncak kegiatan kokurikuler ini berlangsung pada Kamis, 3 September 2026. Seluruh siswa mengikuti serangkaian acara di halaman utama SMA N 1 Temon sesuai dengan pembagian tim masing-masing.
Implementasi mata pelajaran PJOK tampak pada kelincahan, kekuatan, daya tahan, koordinasi, strategi permainan, serta pemahaman aturan main dan fair play. Pengukuran dimensi lapangan, perhitungan skor, analisis kecepatan, teori peluang, dan kalkulasi merupakan fokus kompetensi pada aspek Matematika. Sementara itu, penyusunan teks sebagai petunjuk teknis, penyusunan laporan reflektif, wawancara strategi, dan dokumentasi naratif hadir sebagai implementasi mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selama pelaksanaan kegiatan kokurikuler, penanaman nilai kejujuran (sportifitas), kerja sama, rasa syukur atas nikmat sehat, pengendalian emosi, dan menghargai sesama merupakan bentuk nyata dari kompetensi Pendidikan Agama.
Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran sekolah yang berguna untuk menguatkan, memperdalam, atau memperkaya materi yang sudah dipelajari di kelas. Kegiatan ini membantu siswa memahami teori lewat praktik nyata dan membangun karakter dengan mengintegrasikan Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Matematika, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Agama dengan judul “Olahraga Tradisional”.
Hal tersebut juga ditegaskan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Heny Prihastiwi, S.IP. melalui sambutannya pada pembukaan puncak acara kokurikuler, bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga fisik, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya. “Kegiatan kokurikuler ini dirancang bukan hanya sebagai sarana olahraga fisik, tetapi juga ruang edukatif untuk mengasah kompetensi sosial serta melestarikan warisan budaya nusantara di tengah arus modernisasi.”
Setelah melewati puncak acara yang seru dan menguras tenaga, rangkaian kegiatan ditutup pada hari Jumat dengan agenda refleksi. Pada sesi ini, murid diajak untuk mengevaluasi seluruh proses kegiatan mulai dari tahap perencanaan, dinamika kelompok, hingga saat pertandingan berlangsung. Melalui diskusi reflektif, murid tidak hanya melihat Gobak Sodor sebagai permainan fisik semata, melainkan juga memetik nilai-nilai penting kehidupan seperti sportifitas, kepemimpinan, komunikasi yang efektif, serta rasa bangga terhadap kekayaan budaya tradisional Indonesia.
Secara keseluruhan, kegiatan kokurikuler “Olahraga Tradisional” kelas X ini sukses diselenggarakan. Selain menghadirkan kegembiraan dan kebugaran jasmani, kegiatan ini membuktikan bahwa permainan tradisional seperti Gobak Sodor tetap memiliki tempat yang istimewa di hati generasi muda.







