SUPERVISI OLEH PENGAWAS SMA 2022

oleh sman1temon
0 Komentar

Temon (23/2/2022)- Sebagai bentuk pengawalan mutu pendidikan di semester genap tahun pelajaran 2021/2022, pengawas SMA mengadakan kegiatan supervisi. Di SMA Negeri 1 Temon, supervisi dihadiri oleh Bapak Drs. Sudarmadi, M.Pd.Si; Ibu Dra. Sri Rahayu, M.Pd.; dan Bapak Drs. Agus Heri Budiwiyono, M.Pd. Pada supervisi kali ini, pengawas lebih memfokuskan pada administrasi pembelajaran terutama pada bagian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sekaligus melihat langsung praktik pembelajaran di kelas.

Berikut ini beberapa guru yang berkesempatan langsung menjadi contoh dalam praktik pembelajaran yang disupervisi pengawas:

1. Ibu Fariedha Aziz, SE (Ekonomi)


2. Ibu Musriyati, S.Pd. (PKWU)


3. Ibu Ika Heri Suryanti, S.Pd.Jas (PJOK)


4. Ibu Ganjar Tri Siwi, S.Pd. (Sejarah)


5. Bapak Teofilus Yuga Kristianto, S.Pd. (Seni Budaya)

Berdasarkan hasil supervisi yang telah dilakukan oleh pengawas, terdapat beberapa catatan yang berguna untuk perbaikan pembelajaran. Menurut Bapak Darmadi, berdasarkan hasil pengamatan pembelajaran di kelas sudah baik, hanya perlu diperbaiki jika mengambil contoh langsung dari siswa maka dapat diinformasikan terlebih dahulu. Misalkan ketika mencontohkan mata uang, siswa dapat diinformasikan terlebih dahulu untuk membawa mata uang yang dimiliki dari rumah. Menurut Bapak Agus Heri, aspek budaya dalam RPP bisa
lebih dikembangkan dalam penilaian sikap seperti budaya kebersihan dan etika.

Terakhir, menurut Ibu Yayuk, dalam pelaksanaan pembelajaran perlu dikembangkan beberapa metode untuk menghindari learning loss siswa sekaligus agar siswa termotivasi dalam pembelajaran dan tidak terbebani dalam menjaga kesehatan. Guru dapat mengadopsi metode pembelajaran flip classroom untuk pembelajaran di masa PTMT. Model ini membagi 2 sintak (stimulus dan problem statement) disampaikan melalui GC/WA selama 20 menit sebagai bahan bacaan siswa. Sisanya, guru dapat menyampaikan materi secara langsung dalam pembelajaran di kelas sesuai waktu yg ditentukan oleh sekolah.
Penggunaan IT di masa PTMT merupakan sesuatu yang harus dilakukan agar setiap guru dapat menggunakan waktu 20 menit setiap jam pelajaran secara efektif untuk pembelajaran daring. Selanjutnya, untuk kelompok mata pelajaran umum tidak perlu menilai sikap karena penilaian sikap dikhususkan hanya mapel agama dan PKN. Kemudian, dalam RPP satu lembar guru harus memastikan tujuan sesuai dengan IPK dan materi yg disampaikan merupakan materi esensial. Pesan Ibu Yayuk, setiap guru harus `greteh` dalam membiasakan siswa.

Semoga hasil supervisi ini dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Temon agar selalu dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki budi pekerti luhur.

You may also like

Tinggalkan komentar