
Pada hari Jumat tanggal 24 September 2022 berlangsung pembukaan sekaligus pertemuan 1 Komunitas Belajar Guru Stesa. Komunitas ini dibentuk sebagai pelaksanaan konsep “Belajar Sepanjang Hayat” bagi guru guru SMAN 1 Temon.
Digagas oleh beberapa guru SMAN 1 Temon, Komunitas Belajar Guru Stesa ini bertujuan untuk membangun sebuah komunitas bagi guru dan pendidik SMAN 1 Temon untuk belajar bersama mengatasi masalah yang dihadapi selama pembelajaran, mengembangkan potensinya, dan membuat inovasi-inovasi dalam pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan di SMAN 1 Temon. Salah satu tujuan lain adalah untuk saling menyemangati untuk membuat Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif untuk keperluan Penilaian Angka Kredit Guru. Komunitas ini bersifat swadaya, dari guru untuk guru. Sehingga baik pendanaan, pemateri dan peserta semua berasal dari internal guru SMAN 1 Temon, dengan harapan setelah semakin berkembang bisa mengundang profesional yang ahli di bidangnya.
Sebelum pertemuan pertama ini diluncurkan, sudah diadakan need analysis untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh para guru, materi apa yang ingin mereka pelajari, potensi anggota untuk mengisi materi dll. Sebagai hasilnya pertemuan pertama berisi tentang materi Modul/Diktat Pembelajaran yang diisi oleh Ibu Rifah Laili Utami, S.Pd. yang sudah pernah membuat dan menilaikan diktat sebelumnya. Pertemuan selanjutnya adalah alat peraga, disusul dengan materi-materi lainnya di bidang model/metode pembelajaran, teknologi pembelajaran, Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB), Kurikulum Merdeka, dll.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMAN 1 Temon, Dra. Indarti Budi Cahyani, mengemukakan bahwa sekolah sangat menyambut baik terbentuknya Komunitas Belajar Guru Stesa ini dan sangat mengapresiasi bapak ibu guru yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk belajar bersama-sama. Harapan beliau adalah bahwa Komunitas Belajar ini bisa semakin berkembang dan menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan di SMAN 1 Temon. Sedangkan dari peserta, Ibu Dra Susiyanti, guru Fisika SMAN 1 Temon menyatakan bahwa meski beliau sudah hampir pensiun, beliau sangat menyambut gembira komunitas belajar tersebut, dan sangat antusias untuk belajar materi baru terutama terkait teknologi pembelajaran.

