Temon, 15 Juni 2026 – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran yang semakin berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan, SMA Negeri 1 Temon menyelenggarakan kegiatan Rapat Perumusan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin, 15 Juni 2026 bertempat di Ruang Pertemuan SMAN 1 Temon. Kegiatan ini diikuti oleh tim pengembang kurikulum seluruh penanggung jawab masing-masing komponen kurikulum sebagai bagian dari proses penyusunan dokumen kurikulum yang akan menjadi pedoman pelaksanaan pendidikan di tahun ajaran mendatang.
Kegiatan diawali dengan pembahasan penyempurnaan dokumen KSP secara menyeluruh, mulai dari desain cover, halaman identitas, daftar penyusun, kata pengantar, daftar isi, hingga penyesuaian lampiran sesuai dengan panduan terbaru. Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah secara penuh telah menerapkan Kurikulum Merdeka, sehingga seluruh dokumen kurikulum harus menyesuaikan dengan kebijakan terbaru yang berlaku.
Pada pembahasan Bab I mengenai karakteristik satuan pendidikan, tim melakukan berbagai pembaruan data terkait profil peserta didik, prestasi sekolah, sarana prasarana, kondisi sosial budaya, kemitraan, hingga kekhasan sekolah. Salah satu program unggulan yang semakin diperkuat adalah Stesa Berkarya, yang menjadi ciri khas sekolah dalam pengembangan keterampilan dan jiwa kewirausahaan siswa. Selain itu, sekolah juga memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Negeri Yogyakarta Vokasi, serta IKIP PGRI Wates sebagai bentuk penguatan kemitraan pendidikan.
Pada pembahasan Bab II tentang visi, misi, dan tujuan sekolah, dilakukan penyempurnaan terhadap rumusan visi dan misi agar semakin selaras dengan arah pengembangan sekolah. Program unggulan Stesa Berkarya kembali diperkuat dengan penambahan aspek keterampilan, serta dilakukan penyesuaian strategi pencapaian seluruh misi agar lebih terukur dan efektif dalam implementasinya.
Selanjutnya pada Bab III tentang pengorganisasian pembelajaran, dipaparkan berbagai penyesuaian implementasi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Struktur pembelajaran kini sepenuhnya mengacu pada sistem terbaru, termasuk penguatan penerapan deep learning dalam kegiatan belajar mengajar, integrasi penggunaan teknologi pembelajaran seperti Interactive Flat Panel (IFP), serta penguatan capaian kompetensi berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang terintegrasi dalam proses asesmen nasional.
Dalam bidang kokurikuler, sekolah merancang kegiatan yang lebih terstruktur dengan mengintegrasikan program pembiasaan seperti literasi pagi, kegiatan Jumat, kewirausahaan berbasis laboratorium boga, hingga kegiatan proyek lintas mata pelajaran yang disesuaikan pada setiap jenjang kelas. Tema-tema kokurikuler juga dirancang lebih relevan dengan kebutuhan siswa, seperti pendidikan khas keistimewaan daerah, makanan sehat bergizi, anti narkoba, hingga penguatan kearifan lokal.
Sementara itu, pada bidang ekstrakurikuler dan budaya sekolah, dibahas penguatan program unggulan baru berbasis konsep No Student Left Behind (NSLB). Program ini menitikberatkan pada pendampingan siswa sejak kelas X agar setiap peserta didik memiliki arah pengembangan potensi yang jelas, baik untuk melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Pendampingan dilakukan secara kolaboratif oleh guru bimbingan konseling, wali kelas, guru mata pelajaran, serta melibatkan orang tua dalam proses perencanaan masa depan siswa.
Pada sesi pembahasan Bab IV mengenai perencanaan pembelajaran, dilakukan penyesuaian terhadap sistem asesmen, kriteria kenaikan kelas, kelulusan, aturan mutasi siswa, pengaturan minggu efektif, serta fleksibilitas perpindahan paket mata pelajaran sesuai minat dan perkembangan peserta didik. Kebijakan terbaru juga mengatur bahwa peserta didik harus memenuhi standar kehadiran minimal dan capaian kompetensi sebagai bagian dari syarat kenaikan kelas maupun kelulusan.
Melalui kegiatan perumusan ini, SMA Negeri 1 Temon menunjukkan komitmen untuk terus melakukan penguatan sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan, kesiapan karier, serta pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan peserta didik. Hasil rapat ini selanjutnya akan menjadi dasar penyempurnaan final Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai pedoman pelaksanaan seluruh program sekolah ke depan.


