Refleksi dan Evaluasi KSP Tahun Ajaran 2025/2026, SMA Negeri 1 Temon Perkuat Pembelajaran Mendalam dan Program Unggulan Sekolah

oleh smatemon
0 Komentar

Temon, 9 Juni 2026 – SMA Negeri 1 Temon menggelar kegiatan Refleksi dan Evaluasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2025/2026 pada Selasa, 9 Juni 2026 bertempat di Ruang Pertemuan SMAN 1 Temon. Kegiatan ini dihadiri oleh tim kurikulum sebagai bagian dari upaya evaluasi dan penyempurnaan implementasi kurikulum untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi yang menghadirkan berbagai masukan dari tim pengembang sekolah. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa implementasi pembelajaran di sekolah perlu semakin mengarah pada pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada kebutuhan murid, sehingga proses belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan.

Berbagai evaluasi strategis turut dibahas dalam kegiatan ini. Salah satu perhatian utama adalah perlunya peningkatan inovasi metode pembelajaran guru, penguatan asesmen formatif, serta optimalisasi pemanfaatan sarana prasarana sekolah seperti laboratorium dan infrastruktur digital yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, peserta rapat juga menyoroti pentingnya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) laporan kegiatan sekolah agar seluruh kegiatan memiliki dokumentasi yang lebih sistematis, terstruktur, dan akuntabel.

Dalam sesi diskusi, program unggulan sekolah Stesa Berkarya mendapat apresiasi sebagai salah satu inovasi yang memberikan ruang pembelajaran kewirausahaan bagi siswa. Program ini dinilai mampu menjadi sarana membangun mentalitas kerja, kreativitas, dan keterampilan peserta didik. Kedepan, program tersebut akan dikembangkan lebih lanjut dengan memaksimalkan potensi laboratorium boga serta diarahkan menjadi bagian dari program kewirausahaan unggulan sekolah.

Hasil refleksi juga menunjukkan beberapa isu utama yang perlu mendapat perhatian bersama, diantaranya keterbatasan sarana prasarana dan jaringan internet, rendahnya motivasi belajar siswa, benturan jadwal kegiatan kokurikuler dengan kegiatan belajar mengajar, perlunya peningkatan pelatihan guru, serta penguatan pendidikan karakter dan etika siswa dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Secara khusus, evaluasi dilakukan terhadap seluruh komponen Kurikulum Satuan Pendidikan mulai dari karakteristik sekolah, visi misi, pengorganisasian pembelajaran, kokurikuler, ekstrakurikuler, budaya sekolah, hingga sistem pendampingan dan evaluasi program. Berbagai rekomendasi dihasilkan, seperti penguatan literasi digital, peningkatan kualitas pembelajaran inovatif berbasis teknologi, penyusunan kalender akademik yang lebih terintegrasi, evaluasi rutin komunitas belajar guru, serta peningkatan keterlibatan orang tua dalam mendukung proses pendidikan.

Sebagai tindak lanjut, masing-masing tim penanggung jawab komponen kurikulum diberikan tugas melakukan revisi sesuai hasil evaluasi yang telah disepakati. Penyusunan draft final Kurikulum Satuan Pendidikan dijadwalkan selesai pada pertengahan Juni 2026 untuk selanjutnya dipublikasikan dalam bentuk yang lebih informatif dan mudah dipahami seluruh warga sekolah.

Melalui kegiatan refleksi dan evaluasi ini, SMA Negeri 1 Temon menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan kurikulum, guna mewujudkan pendidikan yang relevan, adaptif, serta mampu menghasilkan lulusan yang religius, unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

                 

You may also like

Tinggalkan komentar